Jepang terus membutuhkan tenaga kesehatan untuk mendukung populasi lansia yang terus bertambah.
Salah satu jalur resmi yang dapat diikuti tenaga kesehatan Indonesia adalah Program G to G Jepang.
Program ini membuka peluang kerja bagi perawat (Kangoshi) dan careworker (Kaigofukushishi) melalui kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang.
Namun, peserta tetap harus memenuhi berbagai persyaratan dan tahapan seleksi yang telah ditetapkan.
Artikel ini membahas syarat, cara daftar, tahapan seleksi, dan peluang karier dalam Program G to G Jepang.
Apa Itu Program G to G Jepang?
Program G to G Jepang adalah jalur penempatan tenaga kesehatan Indonesia ke Jepang melalui kerja sama resmi antara pemerintah Indonesia dan Jepang dalam kerangka IJEPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement).
Di Indonesia, program ini dikelola oleh KP2MI, sedangkan di Jepang dikoordinasikan oleh JICWELS. Peserta yang lolos akan bekerja secara resmi di Jepang dengan kontrak kerja sesuai ketentuan yang berlaku.
Program ini membuka peluang kerja pada 2 bidang utama:
1. Kangoshi (Perawat)
Bekerja sebagai perawat profesional di rumah sakit atau klinik.
Bertugas memberikan pelayanan dan perawatan medis kepada pasien sesuai standar kesehatan di Jepang.
2. Kaigofukushishi (Careworker / Perawat Lansia)
Bekerja di panti jompo atau fasilitas perawatan lansia.
Bertugas membantu kebutuhan sehari-hari lansia serta mendukung kualitas hidup mereka.
Sebagai jalur kerja resmi, peserta tetap harus memenuhi persyaratan administrasi, kesehatan, dan kemampuan bahasa yang ditetapkan dalam program.
Menurut saya format ini lebih aman untuk SEO, lebih nyaman di smartphone, dan tetap mudah dipahami pembaca.
Syarat Mengikuti Program G to G Jepang
Sebelum mendaftar, pastikan kamu memenuhi syarat umum, syarat khusus sesuai posisi yang dipilih, serta menyiapkan dokumen yang diperlukan.
Syarat Umum
Syarat berikut berlaku untuk semua pelamar Program G to G Jepang:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Berusia maksimal 35 tahun pada batas akhir pendaftaran
- Belum pernah bekerja di Jepang sebagai Nurse atau Careworker melalui program G to G
- Sehat jasmani dan rohani
- Tidak sedang terikat kontrak kerja dengan pihak lain
Syarat Khusus (Kangoshi)
Untuk posisi Kangoshi (Perawat), pelamar harus memenuhi persyaratan berikut:
- Lulusan D3, D4, atau S1 Keperawatan
- Memiliki STR yang masih aktif
- Memiliki pengalaman kerja sebagai perawat minimal 2 tahun sejak STR diterbitkan
- Memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jepang setara JLPT N5 dari lembaga yang diakui
Syarat Khusus (Kaigofukushishi)
Berbeda dengan posisi Kangoshi, pelamar Kaigofukushishi tidak wajib memiliki pengalaman kerja sehingga fresh graduate dengan latar belakang yang sesuai tetap dapat mendaftar.
Untuk posisi Kaigofukushishi (Careworker), persyaratannya meliputi:
- Lulusan D3, D4, atau S1 Keperawatan
- Lulusan D3 non-Keperawatan dapat mendaftar jika memiliki sertifikat careworker dari lembaga pelatihan resmi
- Memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jepang setara JLPT N5 dari lembaga yang diakui
Belum mencapai level JLPT N5?
Kamu bisa mulai mempersiapkannya melalui program Kursus Bahasa Jepang di Jepang Koey.
Materi disusun untuk membantu peserta membangun kemampuan bahasa Jepang secara bertahap sesuai kebutuhan studi dan karier di Jepang.
Dokumen yang Diperlukan
Berikut dokumen yang umumnya diperlukan untuk pendaftaran Program G to G Jepang:
- KTP
- Kartu Tanda Daftar Pencari Kerja
- Paspor yang masih berlaku
- Ijazah dalam bahasa Indonesia dan Inggris
- Transkrip nilai dalam bahasa Indonesia dan Inggris
- Sertifikat bahasa Jepang minimal setara JLPT N5
- SKCK yang masih berlaku
- Surat keterangan sehat
- Surat izin dari orang tua, wali, atau pasangan bermaterai dan diketahui oleh lurah atau kepala desa
- Surat pernyataan tidak menuntut ganti rugi apabila terjadi kendala dalam proses penempatan
- Pas foto 3×4 cm berlatar putih
Dokumen tambahan sesuai posisi:
- Kangoshi membutuhkan STR yang masih aktif dalam bahasa Indonesia dan Inggris
- Kaigofukushishi membutuhkan sertifikat pelatihan careworker dari lembaga resmi (khusus lulusan D3 non-Keperawatan)
Perlu diingat bahwa JLPT N5 merupakan syarat minimum pendaftaran.
Semakin baik kemampuan bahasa Jepang yang dimiliki, semakin besar peluang untuk mengikuti proses seleksi dan beradaptasi saat bekerja di Jepang.
Karena persyaratan dapat berubah pada setiap batch, selalu periksa pengumuman resmi terbaru sebelum melakukan pendaftaran.
Gaji dan Fasilitas Program G to G Jepang
Peserta Program G to G Jepang menerima gaji dan fasilitas sesuai standar yang berlaku di fasilitas kesehatan tempat mereka bekerja.
Berapa Gaji Peserta G to G Jepang?
Besaran gaji dapat berbeda tergantung lokasi penempatan dan kebijakan masing-masing institusi.
Sebagai gambaran umum:
Kaigofukushishi (Careworker): sekitar ¥180.000 – ¥230.000 per bulan atau sekitar 20 – 26 juta rupiah per bulan sebelum potongan.
Kangoshi (Nurse): sekitar ¥200.000 – ¥280.000 per bulan atau sekitar 22 – 32 juta rupiah per bulan sebelum potongan.
Estimasi konversi menggunakan kurs ¥1 = Rp 113 dan dapat berubah mengikuti nilai tukar yang berlaku.
Fasilitas yang Diterima Peserta G to G Jepang
Selain gaji bulanan, peserta biasanya juga memperoleh berbagai fasilitas, seperti:
- Asrama karyawan atau subsidi tempat tinggal
- Asuransi kesehatan nasional Jepang
- Program asuransi pensiun
- Tunjangan transportasi
- Dukungan orientasi kerja dan kehidupan di Jepang
Fasilitas yang diberikan dapat berbeda di setiap rumah sakit atau fasilitas perawatan.
Namun, sebagian besar institusi yang menerima peserta G to G telah berpengalaman mempekerjakan tenaga kesehatan asing dan menyediakan dukungan selama masa adaptasi.
Tahapan Seleksi Program G to G Jepang
Peserta yang lolos verifikasi administrasi akan mengikuti serangkaian tahapan seleksi yang diselenggarakan oleh pihak terkait di Indonesia dan Jepang.
Secara umum, proses seleksi meliputi:
- Tes Kesehatan untuk memastikan peserta memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan.
- Tes Bahasa Jepang untuk menilai kemampuan bahasa Jepang yang akan digunakan selama pelatihan dan bekerja di Jepang.
- Tes Kompetensi untuk mengevaluasi pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan posisi yang dilamar.
- Psikotes untuk menilai kesiapan mental, kepribadian, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja baru.
- Wawancara untuk menilai motivasi, kemampuan komunikasi, dan kesesuaian kandidat dengan kebutuhan fasilitas kesehatan di Jepang.
Peserta yang lolos seluruh tahapan seleksi akan melanjutkan ke proses matching dengan rumah sakit atau fasilitas perawatan di Jepang. Pada tahap ini, pihak penerima akan menilai kesesuaian profil kandidat dengan kebutuhan mereka.
Setelah proses matching selesai, peserta akan mengikuti pelatihan pra-keberangkatan yang mencakup pembekalan bahasa Jepang, budaya kerja, serta orientasi kehidupan sehari-hari di Jepang.
Peserta yang telah menyelesaikan seluruh tahapan tersebut akan diberangkatkan ke Jepang sesuai jadwal penempatan yang telah ditetapkan.
Cara Mendaftar Program G to G Jepang
Pendaftaran Program G to G Jepang dilakukan secara online melalui platform resmi pemerintah. Secara umum, alurnya sebagai berikut.
1. Pantau Pengumuman Resmi
Jadwal pendaftaran diumumkan melalui website resmi KP2MI. Karena jadwal dapat berubah setiap batch, pastikan kamu rutin memantau informasi terbaru sebelum masa pendaftaran dibuka.
2. Buat Akun di SISKOP2MI
Pendaftaran dilakukan melalui platform SISKOP2MI. Setelah membuat akun, lakukan aktivasi melalui email yang didaftarkan.
3. Pilih Lowongan G to G Jepang
Setelah login, pilih posisi yang tersedia sesuai latar belakang dan kualifikasi yang kamu miliki, baik sebagai Kangoshi maupun Kaigofukushishi.
4. Upload Dokumen
Unggah seluruh dokumen yang dipersyaratkan sesuai ketentuan yang berlaku.
5. Submit Lamaran
Setelah data dan dokumen lengkap, kirim lamaran melalui sistem SISKOP2MI.
6. Verifikasi Dokumen di BP3MI/P4MI
Pelamar yang telah mendaftar akan mengikuti proses verifikasi dokumen sesuai lokasi dan jadwal yang ditentukan.
Peluang Karier Peserta G to G Jepang Setelah Memperoleh Sertifikasi Profesi
Selama bekerja di Jepang, peserta Program G to G berkesempatan mengikuti ujian sertifikasi profesi nasional Jepang. Setelah lulus, kamu akan diakui sebagai tenaga kesehatan profesional bersertifikat di Jepang.
Sertifikasi tersebut dapat membuka peluang karier yang lebih luas, meningkatkan tanggung jawab profesional, memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam perpindahan kerja, serta berpotensi meningkatkan penghasilan.
Namun, ujian sertifikasi dilaksanakan dalam bahasa Jepang dan memiliki standar yang cukup tinggi. Karena itu, kemampuan bahasa Jepang dan kesiapan belajar selama bekerja menjadi faktor yang sangat penting.
Mulai Persiapan G to G Jepang dari Sekarang
Program G to G Jepang membuka peluang bagi tenaga kesehatan Indonesia untuk bekerja secara legal di Jepang melalui jalur kerja sama antar pemerintah.
Namun, proses seleksinya membutuhkan persiapan yang matang, mulai dari dokumen, kualifikasi, hingga kemampuan bahasa Jepang.
Semakin awal persiapan dilakukan, semakin besar peluangmu untuk memenuhi persyaratan dan mengikuti setiap tahapan seleksi dengan lebih percaya diri.
Jika targetmu adalah mengikuti Program G to G Jepang, kemampuan bahasa Jepang menjadi salah satu hal yang sebaiknya mulai dipersiapkan dari sekarang.
Butuh Konsultasi Program Kursus Bahasa Asing untuk Jalur Studi/Karier Internasional?
Silakan isi form di bawah ini. Kami akan segera menginformasikan lebih detail tentang program yang tepat untukmu dan cara mendaftarnya.

