Gaji Kerja di Jepang: UMR, Gaji per Sektor & Potensi Tabungan

Share Content Ini:

Feat Image Gaji Kerja di Jepang

Menurut data Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW) Jepang per Mei 2025, rata – rata gaji pekerja di Jepang berada di kisaran ¥300.000 atau sekitar 33 juta rupiah per bulan.

Namun, gaji yang diterima pekerja asing bisa berbeda – beda tergantung pada bidang pekerjaan, lokasi kerja, jalur kerja, pengalaman, serta kemampuan bahasa Jepang.

Di artikel ini, kamu akan mempelajari kisaran gaji kerja di Jepang berdasarkan sektor dan jalur kerja, potongan yang perlu diperhatikan, serta potensi tabungan yang bisa diperoleh selama bekerja di Jepang.

Memahami Sistem UMR di Jepang

Di Jepang, upah minimum dikenal dengan istilah saitei chingin.

Berbeda dengan Indonesia, besarannya ditetapkan oleh masing – masing prefektur sehingga nominalnya dapat berbeda – beda.

Berdasarkan revisi upah minimum regional Jepang untuk fiscal year (FY) 2025 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang (MHLW), rata – rata upah minimum nasional Jepang adalah ¥1.121 per jam, atau sekitar Rp 125.500 per jam (kurs ¥1 = Rp 112).

Sebagai gambaran, prefektur dengan aktivitas ekonomi tinggi seperti Tokyo, Osaka, dan Aichi umumnya memiliki upah minimum yang lebih tinggi ketimbang daerah dengan biaya hidup yang lebih rendah.

Dengan jam kerja penuh 160 – 176 jam per bulan, pekerja yang menerima upah minimum biasanya memperoleh gaji kotor sekitar ¥180.000 – ¥215.000 per bulan (sekitar 20,1 – 24,1 juta rupiah).

Gaji Kerja di Jepang per Sektor

Besaran gaji kerja di Jepang sangat bergantung pada sektor pekerjaan yang dipilih. Berikut gambaran umumnya jika menggunakan kurs ¥1 = Rp 112.

Pabrik dan Manufaktur

Menerima gaji sekitar ¥180.000 – ¥250.000, atau sekitar 20,2 – 28 juta rupiah per bulan. Angka ini bisa meningkat jika perusahaan sering memberikan lembur.

Perawatan Lansia (Kaigo)

Memperoleh gaji sekitar ¥190.000 – ¥260.000, atau sekitar 21,3 – 29,1 juta rupiah per bulan. Angka ini berpotensi meningkat jika memiliki sertifikat profesi.

Logistik dan Pergudangan

Menerima gaji sekitar ¥200.000 – ¥260.000, atau sekitar 22,4 – 29,1 juta rupiah per bulan.

Operator forklift yang memiliki lisensi biasanya mendapatkan penghasilan lebih tinggi.

Restoran dan F&B

Memperoleh gaji sekitar ¥180.000 – ¥250.000, atau sekitar 20,2 – 28 juta rupiah per bulan. Nominal ini bisa berbeda tergantung pada jenis dan skala bisnis restorannya.

Konstruksi

Menerima gaji sekitar ¥200.000 – ¥280.000, atau sekitar 22,4 – 31,4 juta rupiah per bulan. Pekerja dengan keterampilan teknis khusus biasanya menerima penghasilan yang lebih tinggi.

IT dan Teknologi

Menerima gaji sekitar ¥300.000 – ¥450.000, atau sekitar 33,6 – 50,4 juta rupiah per bulan.

Jika memiliki kemampuan bahasa Jepang yang baik, terutama setara JLPT N2 atau lebih tinggi, peluang kenaikan gaji akan semakin terbuka lebar.

Teknik dan Mekanik

Memperoleh gaji sekitar ¥300.000 – ¥450.000, atau sekitar 33,6 – 50,4 juta rupiah per bulan.

Jika memiliki pengalaman kerja dan keterampilan teknis yang spesifik, akan berpeluang besar mendapatkan kenaikan gaji.

Perawat (Kangoshi)

PMenerima gaji sekitar ¥250.000 – ¥350.000, atau sekitar 28 – 39,2 juta rupiah per bulan. Angka ini bisa meningkat secara signifikan setelah lulus ujian sertifikasi profesi.

Perbedaan Gaji Berdasarkan Jalur Kerja di Jepang

Image Gaji Kerja di Jepang

Setiap program memiliki karakteristik, persyaratan, serta kisaran gaji yang berbeda.

Program Magang (Technical Intern Training Program/TITP)

Menawarkan gaji sekitar ¥180.000 – ¥220.000, atau sekitar 20,2 – 24,6 juta rupiah per bulan.

Specified Skilled Worker (SSW/Tokutei Ginou)

Menerima gaji sekitar ¥180.000 – ¥300.000, atau sekitar 20,2 – 33,6 juta rupiah per bulan, tergantung sektor dan perusahaan.

Program G to G Jepang

Menawarkan gaji sekitar ¥180.000 – ¥280.000, atau sekitar 20,2 – 31,4 juta rupiah per bulan.

Engineer/Specialist in Humanities/International Services

Memperoleh gaji sekitar ¥250.000 – ¥450.000, atau sekitar 28 – 50,4 juta rupiah per bulan.


Perlu diingat bahwa kisaran nominal gaji di atas merupakan gambaran umum saja.

Gaji yang diterima setiap pekerja dapat berbeda tergantung perusahaan, lokasi kerja, pengalaman, kemampuan bahasa Jepang, serta kebijakan masing-masing perusahaan.

Potongan Gaji yang Perlu Diketahui Saat Bekerja di Jepang

Salah satu hal yang sering mengejutkan pekerja baru di Jepang adalah gaji yang diterima setiap bulan tidak sama dengan nominal yang tercantum di kontrak kerja.

Hal ini karena terdapat beberapa potongan wajib, seperti iuran pensiun karyawan (Kousei Nenkin), asuransi kesehatan, asuransi ketenagakerjaan, serta pajak penghasilan.

Sebagai gambaran, jika gaji kotor kamu ¥220.000 per bulan (sekitar 24 juta rupiah), maka potongan yang umumnya dikenakan mencakup:

  • Iuran pensiun (Kousei Nenkin): sekitar ¥20.130 (2,25 juta rupiah)
  • Asuransi kesehatan: sekitar ¥10.912 (1,22 juta rupiah)
  • Asuransi ketenagakerjaan: sekitar ¥1.210 (136 ribu rupiah)
  • Pajak penghasilan: sekitar ¥3.000 (336 ribu rupiah)

Setelah dikurangi berbagai potongan tersebut, estimasi gaji bersih yang diterima menjadi sekitar ¥184.700 per bulan, atau sekitar 20,7 juta rupiah.

Perlu diketahui, pajak penduduk (juminzei) umumnya baru mulai dipotong pada tahun kedua bekerja.

Karena itu, gaji bersih pada tahun pertama biasanya lebih besar dibanding tahun-tahun berikutnya.

Meski mengurangi gaji yang diterima setiap bulan, sebagian potongan tersebut memberikan manfaat jangka panjang.

Mulai dari perlindungan kesehatan, program pensiun, dan kesempatan mengajukan nenkin refund saat kembali ke Indonesia secara permanen.

Potensi Tabungan Selama Bekerja di Jepang

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan calon pekerja adalah, apakah gaji kerja di Jepang masih cukup untuk menabung?

Jawabannya, ya. Terutama jika perusahaan menyediakan asrama, subsidi transportasi, atau fasilitas makan.

Sebagai gambaran, pekerja lajang di Tokyo umumnya mengeluarkan biaya setiap bulan untuk:

  • Tempat tinggal sekitar ¥10.000 – ¥35.000 (1,1–3,9 juta rupiah) jika tinggal di asrama perusahaan.
  • Makan dan kebutuhan sehari – hari sekitar ¥25.000 – ¥40.000 (2,8 – 4,5 juta rupiah).
  • Transportasi sekitar ¥10.000 (1,1 juta rupiah), meskipun banyak perusahaan menanggung biaya perjalanan kerja.
  • Internet, pulsa, dan kebutuhan pribadi sekitar ¥23.000 – ¥48.000 (2,6 – 5,4 juta rupiah).

Total pengeluaran bulanan umumnya berada di kisaran ¥58.000 – ¥133.000, atau sekitar 6,5 – 14,9 juta rupiah, tergantung lokasi, gaya hidup, dan fasilitas yang diberikan perusahaan.

Dengan gaji bersih sekitar ¥160.000 – ¥220.000 per bulan (17,9 – 24,6 juta rupiah), pekerja masih berpeluang menabung sekitar ¥50.000 – ¥120.000 per bulan, atau sekitar 5,6 – 13,4 juta rupiah.

Mulai Persiapan Kerja di Jepang dari Sekarang

Besarnya penghasilan bekerja di Jepang sangat bergantung pada jenis pekerjaan, jalur kerja, pengalaman, dan kemampuan bahasa.

Semakin baik persiapanmu, semakin besar peluang mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih kompetitif.

Kalau targetmu adalah bekerja di Jepang, mulai persiapkan kemampuan bahasa Jepang dari sekarang.

Jepang Koey by OTCA menyediakan program kursus bahasa Jepang yang dirancang untuk membantumu bekerja di Jepang.

5/5 - (1 vote)

Butuh Konsultasi Program Kursus Bahasa Asing untuk Jalur Studi/Karier Internasional?


Silakan isi form di bawah ini. Kami akan segera menginformasikan lebih detail tentang program yang tepat untukmu dan cara mendaftarnya.

Scroll to Top