Program kerja di Jepang semakin diminati karena kebutuhan tenaga kerja di negara tersebut terus meningkat.
Menurut Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Jepang saat ini membutuhkan sekitar 630 ribu tenaga kerja di berbagai sektor industri.
Di sisi lain, jumlah pekerja asing di Jepang telah mencapai 2,3 juta orang per Oktober 2024, yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa peluang kerja di Jepang masih terbuka lebar bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia.
Namun, bekerja di Jepang tidak hanya bisa ditempuh melalui satu jalur. Terdapat beberapa program kerja resmi dengan persyaratan, proses, dan prospek yang berbeda.
Karena itu, penting untuk memahami setiap program agar dapat memilih jalur yang paling sesuai dengan latar belakang dan tujuan kariermu.
5 Jenis Program Kerja di Jepang dan Persyaratannya
Saat ini, ada beberapa program kerja di Jepang untuk orang Indonesia yang bisa dipilih, mulai dari program SSW, magang Jepang (TITP), hingga program G to G melalui pemerintah.
1. SSW (Specified Skilled Worker) atau TG (Tokutei Ginou)
Sejak diluncurkan pada 2019, visa SSW terus berkembang dan kini mencakup 16 industri (per 2024), termasuk pertanian, manufaktur, perhotelan, hingga transportasi darat dan kehutanan.
| Informasi | Penjelasan |
| Nama Program | SSW (Specified Skilled Worker) atau TG (Tokutei Ginou). |
| Tentang Program | Program resmi pemerintah Jepang yang diluncurkan pada April 2019 untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
Sejak awal dibuka, visa SSW terus digunakan di banyak bidang pekerjaan penting seperti pertanian, manufaktur, perhotelan, pengolahan makanan, hingga perawatan lansia. Per Juni 2024, jumlah pemegang visa SSW telah melampaui 336.000 orang. Ini adalah angka tertinggi sejak program ini diluncurkan. |
| Jenis Visa | SSW-1: Kontrak kerja hingga 5 tahun dan belum bisa membawa keluarga.
SSW-2: Bisa bekerja tanpa batas durasi tertentu, dapat membawa keluarga, dan memiliki peluang menuju permanent residence di Jepang. |
| Syarat Bahasa | Lulus JFT-Basic atau JLPT minimal N4. |
| Syarat Tambahan | Lulus ujian keterampilan (Skill Test) sesuai bidang pekerjaan yang dipilih. |
| Cara Daftar | Bisa melalui LPK resmi, agensi berlisensi, atau jalur mandiri seperti Karirhub Kemnaker. |
| Kisaran Gaji | Setara dengan pekerja Jepang di bidang yang sama. |
| Cocok Untuk | Orang yang sudah memiliki keterampilan tertentu dan ingin bekerja dalam jangka panjang di Jepang. |
2. Magang Teknis Jepang (TITP) atau Ikusei Shuro
Program Magang Teknis Jepang cukup populer di Indonesia karena banyak dibuka untuk orang – orang yang belum memiliki pengalaman kerja.
| Informasi | Penjelasan |
| Nama Program | Technical Intern Training Program (TITP), transisi ke Employment for Skill Development atau Ikusei Shuro. |
| Tentang Program | Program resmi pemerintah Jepang yang memungkinkan peserta belajar keterampilan industri sambil bekerja langsung di perusahaan Jepang.
Saat ini program sedang beralih dari sistem TITP ke sistem baru bernama Employment for Skill Development atau Ikusei Shuro, dengan masa transisi yang berjalan hingga sekitar 2027 – 2030. |
| Jenis Visa | Status tinggal (visa) yang digunakan peserta magang teknis saat ini adalah Technical Intern Training.
Namun sistem ini dijadwalkan digantikan oleh Ikusei Shuro mulai 2027. |
| Persyaratan | Kemampuan dasar bahasa Jepang (biasanya setara N5 – N4), dengan pelatihan bahasa yang umumnya diberikan sebelum keberangkatan.
Tergantung bidang dan perusahaan penerima, peserta juga bisa diminta mengikuti tes fisik atau seleksi tambahan. |
| Cara Daftar | Melalui LPK resmi, agensi berlisensi, atau BLK Kemnaker.
Di beberapa daerah, tersedia program pemerintah dengan biaya lebih ringan bahkan gratis. |
| Kisaran Gaji | Rata-rata sekitar 168.000 Yen atau setara Rp18 jutaan. |
| Cocok untuk | Pemula yang belum memiliki pengalaman kerja dan ingin belajar sambil bekerja di Jepang. |
3. Program G to G Jepang via BP2MI/KP2MI
Program G to G (Government to Government) adalah kerja sama resmi antara pemerintah Indonesia melalui KP2MI/BP2MI dengan pemerintah Jepang untuk penempatan tenaga kerja di bidang keperawatan dan perawatan lansia.
Berbeda dengan program magang, peserta G to G bekerja dengan status pekerja resmi (employee), sehingga jalur ini dinilai lebih stabil untuk karier jangka panjang di Jepang.
| Informasi | Penjelasan |
| Bidang | Fokus di bidang kesehatan, terutama perawat (kangoshi) dan careworker (kaigofukushishi). |
| Persyaratan | Minimal JLPT N5 saat pendaftaran dan ditingkatkan menjadi N4 selama pelatihan pra-keberangkatan.
Untuk perawat, minimal lulusan D3/S1 Keperawatan. Untuk careworker, bisa lulusan D3 non-Keperawatan dengan sertifikat careworker. |
| Cara Daftar | Pendaftaran dilakukan secara online melalui SISKOP2MI (siskop2mi.bp2mi.go.id), platform resmi KP2MI/BP2MI. |
| Keunggulan | Proses lebih aman karena diawasi langsung oleh pemerintah Indonesia dan Jepang, serta mendapatkan gaji setara pekerja tetap Jepang. |
| Tantangan | Kuota peserta terbatas dan proses seleksinya cukup ketat. |
| Cocok untuk | Tenaga kesehatan yang ingin membangun karier profesional jangka panjang di Jepang. |
4. EPA atau IJEPA
EPA (Economic Partnership Agreement) atau dalam konteks Indonesia – Jepang dikenal sebagai IJEPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement) adalah kerangka kerja sama bilateral yang menjadi payung hukum bagi program penempatan tenaga kesehatan Indonesia ke Jepang, termasuk program G to G yang telah dibahas sebelumnya.
Program ini berfokus pada penempatan perawat (Kangoshi) dan careworker (Kaigofukushishi), sekaligus mempersiapkan peserta untuk mengikuti ujian sertifikasi profesi resmi Jepang demi karier jangka panjang di bidang kesehatan.
| Informasi | Penjelasan |
| Perbedaan dengan G to G | Program G to G adalah mekanisme pelaksanaan penempatan yang berjalan di bawah kerangka IJEPA/EPA.
Keduanya bukan program terpisah, G to G adalah jalur resmi yang mengoperasionalkan kerja sama EPA antara Indonesia dan Jepang. |
| Syarat | Minimal D3 Keperawatan dan kemampuan bahasa Jepang N5.
Khusus posisi Careworker, lulusan D3 non-Keperawatan dapat mendaftar dengan sertifikat careworker resmi. Pelatihan bahasa 6 bulan pasca-seleksi ditanggung kedua pemerintah. |
| Cocok untuk | Tenaga kesehatan yang ingin mendapatkan sertifikasi profesi resmi Jepang dan membangun karier profesional di bidang kesehatan. |
5. Program dengan IM Japan (International Manpower Development Organization)
IM Japan adalah program magang resmi kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan RI dengan International Manpower Development Organization Japan (IM Japan).
IM Japan sendiri adalah sebuah asosiasi pengusaha kecil dan menengah Jepang yang menjadi mitra penempatan peserta magang di perusahaan-perusahaan Jepang.
Program ini sudah berjalan sejak 1993 dan telah meluluskan lebih dari 45.000 alumni dari Indonesia.
| Informasi | Penjelasan |
| Tentang Program | Program magang teknis resmi kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan RI dengan IM Japan, asosiasi pengusaha kecil dan menengah Jepang, untuk pelatihan kerja di bidang teknik dan manufaktur. |
| Status Peserta | Trainee atau peserta magang, berbeda dengan program G to G yang statusnya pekerja tetap. |
| Bidang | Teknik dan manufaktur.
Peserta harus memiliki latar belakang SMK Teknis, atau SMA/sederajat dengan sertifikat pelatihan kerja teknik minimal 160 jam atau pengalaman kerja teknik minimal 6 bulan. |
| Cara Daftar | Melalui portal resmi IM Japan di jepang.magangln.id yang dikelola oleh Kemenaker RI. |
| Keunggulan | Proses lebih aman karena merupakan kerja sama antar pemerintah tanpa perantara swasta, dengan biaya lebih terjangkau dibandingkan jalur swasta.
Peserta yang menyelesaikan program akan mendapatkan tunjangan modal usaha, pengembalian dana pensiun (nekin), dan pengembalian sisa pajak yang dapat dimanfaatkan untuk berwirausaha setelah kembali ke Indonesia. |
| Cocok untuk | Orang yang ingin mengikuti program magang teknis resmi dengan biaya lebih terjangkau dan pengawasan pemerintah yang jelas. |
Cara Memilih Program Kerja di Jepang yang Tepat
Salah memilih program bisa berarti buang waktu, buang biaya, atau bahkan gagal berangkat.
Kelima program yang tersedia punya sistem, syarat, dan tujuan yang berbeda dan tidak ada satu jalur pun yang cocok untuk semua orang.
Gunakan panduan di bawah ini sebagai titik awal untuk menyesuaikan pilihan dengan kondisi dan rencanamu sendiri.
Pilih SSW atau Tokutei Ginou Jika
- Sudah memiliki keterampilan teknis di bidang tertentu
- Ingin bekerja jangka panjang dan membuka jalur permanent residence
- Siap mengikuti ujian keterampilan dan bahasa Jepang secara mandiri, bisa dipersiapkan tanpa harus lewat LPK
Pilih Magang Teknis (TITP) atau Ikusei Shuro Jika
- Baru lulus SMA/SMK dan belum punya pengalaman kerja
- Ingin belajar sambil bekerja langsung di lapangan
- Memiliki budget terbatas, jalur pemerintah daerah bisa gratis atau sangat bersubsidi
- Catatan: mulai 2027, TITP resmi diganti sistem Ikusei Shuro yang lebih melindungi hak pekerja
Pilih G to G via BP2MI/KP2MI Jika
- Berlatar belakang keperawatan atau perawatan lansia (kaigo)
- Ingin jalur yang sepenuhnya diawasi pemerintah, tanpa risiko agen swasta nakal
- Siap menghadapi seleksi yang ketat, tapi hasilnya sebanding dengan jaminan keamanan yang didapat
- Fokus pada penempatan dan penghasilan kerja segera
Pilih EPA Jika
- Bekerja di bidang kesehatan dan ingin diakui secara profesional di Jepang
- Punya target jangka panjang: bekerja sambil mengejar lisensi profesi resmi Jepang
- Tidak keberatan dengan proses yang panjang demi status karier yang lebih kuat
- Fokus pada pengakuan lisensi profesi resmi Jepang untuk karier jangka panjang
Pilih Program IM Japan Jika
- Ingin program magang teknis resmi dengan biaya paling terjangkau
- Lebih nyaman lewat jalur pemerintah langsung, tanpa perantara swasta
- Sudah punya gambaran rencana pasca-magang, apakah membuka usaha mandiri di Indonesia atau melanjutkan ke jalur SSW dengan persiapan tambahan
Pilih Program Kerja di Jepang yang Sesuai dengan Tujuanmu
Setiap program kerja di Jepang memiliki syarat, proses, dan peluang yang berbeda.
Dengan memahami berbagai pilihan yang tersedia, kamu dapat menentukan program yang paling sesuai dengan latar belakang, kemampuan bahasa Jepang, dan tujuan karier yang ingin dicapai.
Butuh Konsultasi Program Kursus Bahasa Asing untuk Jalur Studi/Karier Internasional?
Silakan isi form di bawah ini. Kami akan segera menginformasikan lebih detail tentang program yang tepat untukmu dan cara mendaftarnya.

