Ternyata Ini 7 Perbedaan Bahasa Mandarin dan Hokkien

Share Content Ini:

Last Updated on May 20, 2026

FT Image Perbedaan Bahasa Mandarin dan Hokkien

Bagi orang awam, bahasa Hokkien mungkin masih terdengar asing ketimbang bahasa Mandarin.

Bahkan, masih banyak yang menganggap bahwa keduanya sama. Alasannya karena sama – sama berasal dari Tiongkok. 

Faktanya, bahasa Hokkien dan bahasa Mandarin sangat berbeda.

Orang – orang yang menguasai bahasa Mandarin seringkali tidak bisa berkomunikasi dengan mereka yang bisa berbahasa Hokkien. Begitu pula sebaliknya.

Kalau kamu baru belajar bahasa Mandarin dan mendengar bahasa Hokkien, kamu juga bisa bingung dalam mengidentifikasi perbedaan keduanya.

Nah, di artikel kali ini, kamu akan mendapatkan informasi tentang perbedaan bahasa Mandarin dan Hokkien. Mari simak penjelasannya berikut ini!

Inilah 7 Perbedaan Bahasa Mandarin dan Hokkien

Daftar Perbedaan Bahasa Mandarin dan Hokkien

1. Pelafalan dan Kosa Kata 

Perbedaan pertama adalah dari segi pelafalan dan kosakata.

Dari segi pelafalan, terdapat banyak perbedaan baik dalam segi intonasi, nada, hingga pengucapan. Terlebih, bahasa Mandarin dan Hokkien memiliki banyak kosakata yang berbeda. 

Contohnya terlihat jelas dari kosakata sederhana seperti angka.

Contoh angka dalam bahasa Hokkien adalah sebagai berikut:

  • Angka 1: Cit
  • Angka 2: No
  • Angka 3: Sa

Sedangkan contoh angka dalam bahasa Mandarin adalah sebagai berikut:

  • Angka 1: Yī
  • Angka 2: Èr
  • Angka 3: Sān

2. Jumlah Nada dan Aksara

Baik bahasa Mandarin maupun Hokkien memiliki jumlah nada dan aksara/tulisan yang berbeda. 

Dalam bahasa Mandarin hanya terdapat 4 nada. Sedangkan pada bahasa Hokkien lebih kompleks, yakni terdapat 8 nada.

Lebih lanjut lagi, bahasa Hokkien lebih banyak dipelajari secara lisan hingga muncul variasi bahasa yang seringnya tidak konsisten.

Pasalnya, ia tidak memiliki aksara atau sistem penulisan khusus seperti bahasa Mandarin. 

Jadi dapat disimpulkan bahwa mempelajari bahasa Hokkien relatif lebih sulit ketimbang Mandarin.

3. Tata Bahasa           

Bahasa Mandarin dan Hokkien memiliki aturan tata bahasa yang berbeda – beda. Mulai dari struktur kalimat hingga tata bahasanya. 

Contoh: 

Untuk pola kalimat biasa dalam bahasa Mandarin terdiri dari subjek, kata keterangan, kemudian diikuti oleh kata kerja.

Sedangkan dalam bahasa Hokkien terdiri dari subjek, kata kerja, kemudian diikuti oleh kata keterangan.

4. Asal dan Sejarah           

Perbedaan bahasa Mandarin dan Hokkien berikutnya adalah dari segi sejarah.

Bahasa Mandarin berasal dari suku Han yang berada di kawasan utara dan barat daya Tiongkok.

Kata “Mandarin” awalnya merupakan sebutan bagi para pembesar Dinasti Qing yang memiliki struktur bahasa dan aksara tersendiri.

Sedangkan bahasa Hokkien berasal dari dinasti Qin, yakni bangsa Han yang bermigrasi ke Fujian karena perang. Mereka pun mulai berkomunikasi dan menciptakan bahasa sendiri secara lisan, yakni bahasa Hokkien.

5. Wilayah Penggunaan          

Bahasa Mandarin digunakan sebagai bahasa nasional yang digunakan masyarakat di Tiongkok.

Selain itu, cakupan wilayah penggunaan bahasa Mandarin juga lebih luas secara internasional dan banyak digunakan di berbagai negara. 

Sedangkan bahasa Hokkien lebih banyak digunakan di provinsi Fujian, Hongkong, dan biasanya juga digunakan oleh para perantauan Tionghoa di kawasan Asia Tenggara.

6. Variasi Bahasa          

Berbeda dengan bahasa Mandarin, bahasa Hokkien memiliki banyak variasi yang tergantung pada daerah masing – masing.

Setiap daerah biasanya memiliki dialek yang khas dan berbeda antara satu sama lain. Hal ini dikarenakan bahasa Hokkien tidak memiliki aksara khusus dan resmi.

Sebaliknya, bahasa Mandarin memiliki aksara khusus dan resmi sehingga tidak memunculkan banyak variasi dan dialek yang beragam.

7. Jumlah Penutur         

Perbedaan bahasa Mandarin dan Hokkian yang terakhir adalah dari segi jumlah penutur. 

Melansir dari detik news, jumlah penutur bahasa Mandarin adalah sekitar 1,118 miliar penutur dan berada di peringkat ke – 2 sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di dunia.

Sedangkan untuk bahasa Hokkien, jumlah penuturnya adalah sekitar 50 juta penutur.

Kesimpulan

Setelah mengetahui perbedaan bahasa Mandarin dan Hokkien, kamu pasti bisa mengambil kesimpulan bahwa di dunia kerja dan level internasional, menguasai bahasa Mandarin jauh lebih menguntungkan ketimbang Hokkien.

Nah, jika ingin menguasai bahasa Mandarin dengan lebih cepat, kamu bisa ikut kursus bahasa Mandarin di OTCA.

OTCA atau One Third Consulting and Abroad merupakan lembaga bimbingan studi & karier ke luar negeri dengan 21.000+ Alumni.

OTCA menyediakan program kursus bahasa Mandarin dimana kamu akan mendapatkan bimbingan langsung dari para tutor professional dan berpengalaman dalam mengajar.

Tunggu apa lagi? Daftarkan dirimu untuk mengikuti program Kursus Bahasa Mandarin di OTCA sekarang!

5/5 - (1 vote)

Butuh Konsultasi Program Kursus Bahasa Asing untuk Jalur Studi/Karier Internasional?


Silakan isi form di bawah ini. Kami akan segera menginformasikan lebih detail tentang program yang tepat untukmu dan cara mendaftarnya.

Scroll to Top