Sejarah & Jenis-Jenis Sushi

Sushi merupakan salah satu makanan khas Jepang yang berhasil memperoleh popularitas sebagai makanan mendunia. Makanan ini tidak hanya dinikmati di Jepang, tetapi telah disajikan oleh berbagai restoran di ratusan negara di dunia.

Sushi umumnya terdiri dari bahan utama berupa beras dan ikan atau protein hewani dari laut lainnya. Makanan ini memiliki sejarah yang panjang, sebelum berhasil menembus batas geografis dan dinikmati seluruh orang di dunia. Kali ini, mari kita simak sejarah sushi dan jenis-jenis nya.

Sejarah Lahirnya Sushi

Kata “sushi” berasal dari kata sifat masam, yang ditulis dengan huruf kanji sushi, dimana penulisannya menggunakan huruf kanji 寿司. Pada awalnya sushi dikenal sebagai salah satu jenis pengawetan ikan yang disebut dengan “gyoso”. Gyoso ini adalah tehnik pengawetan ikan yang dilakukan dengan cara membaluri atau membalut ikan dengan menggunakan garam dapur, bubuk ragi atau ampas sake.

Pada era 4 abad sebelum masehi di Asia Tenggara, Ikan difermentasi dan disimpan di dalam beras dan garam. Beras ini hanya untuk menyimpan ikan, jadi sepertinya dibuang tanpa dimakan. Cara menyimpan ikan ini juga sampai ke Jepang, lalu pada zaman Heian dimakan sebagai (Nare Zushi). Orang Jepang yang suka beras, sejak Zaman Muromachi memakan ikan tersebut tanpa membuang nasinya, lalu pada Zaman Edo munculah ide untuk membuat Haya Zushi (Sushi Cepat) tanpa memfermentasikan ikannya lalu dicampur dengan arak membuat nasinya berasa asam.

Jenis-Jenis Sushi

1. Nigirizushi

Makanan laut segar (biasanya mentah) diletakkan di atas nasi yang dibentuk dengan menaruh nasi di telapak tangan yang satu dan membentuknya dengan jari-jari tangan yang lain. Nori sering dipakai untuk mengikat neta agar tidak terlepas dari nasi. Lauk yang diletakkan di atas sushi juga bisa dalam keadaan matang seperti tamagoyaki atau belut unagi dan belut anago yang sudah dipanggang.

2. Makizushi

Sushi berupa gulungan nasi berisi potongan mentimun, tamagoyaki dan neta lain yang dibungkus lembaran nori. Nasi digulung dengan bantuan sudare (anyaman bambu bentuk persegi panjang).

Makizushi dibagi menjadi 3 yakni:

  • Hosomaki: gulungan berdiameter minimum 3 cm hanya berisi satu jenis neta (misalnya mentimun atau tuna).
  • Futomaki: gulungan berdiameter di atas 5 cm berisi berbagai macam neta.
  • Temakizushi: nasi digulung sendiri dengan nori sebelum dimakan, neta juga dipilih sendiri dari piring.

3. Chirashizushi

Nasi sushi dimakan bersama neta berupa makanan laut dan sayur-sayuran yang dipotong kecil-kecil. Nasi sushi tidak dibentuk melainkan diisikan ke dalam wadah dari kayu, piring atau mangkuk. Chirashizushi merupakan salah satu masakan rumah yang populer di Jepang untuk memperingati hari-hari istimewa seperti ulang tahun anak-anak dan perayaan Hina Matsuri.

4. Oshizushi

Nasi disusun bersama neta yang dipres. Sementara itu waktu nasi di padatkan agar sushi yang dihasilkan berbentuk persegi panjang yang lalu dipotong-potong agar mudah dinikmati. Oshizushi ada juga yang dibungkus daun bambu lalu dipres untuk sementara waktu, antara beberapa jam sampai satu malam.

5. Inarizushi

Inarizushi merupakan nasi sushi dibungkus aburage ( bahan makanan Jepang berupa lembaran tahu berbentuk tipis yang digoreng dengan minyak goreng sehingga berwarna kuning keemasan) yang sebelumnya sudah dimasak bersama kecap asin dan gula. Inarizushi tidak berisi ikan atau lauk lain karena aburage sudah merupakan sumber protein. Inarizushi berasal dari kuil Toyokawa Inari di kota Toyokawa, Prefektur Aichi.

Yuk Persiapkan Bahasa Jepangmu Bersama OTCA Biaya Mulai Dari 99K/Bulan

Loading...

Konsultasi Program Studi/Karir di Jepang Klik Link Dibawah

Loading...

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.