Last Updated on April 27, 2026
Melanjutkan kuliah di Jepang merupakan impian banyak pelajar.
Hal ini karena Jepang memiliki pendidikan berkualitas dan memberikan kesempatan kerja yang terbuka lebar bagi para lulusannya.
Selain itu, Jepang juga sangat jauh dari tingkat kriminalitas, sehingga menjadikannya sebagai negara paling aman ke – 9 di dunia berdasarkan Indeks Perdamaian Global pada bulan Juni 2020.
Jika kamu ingin melanjutkan kuliah S-1 ke Jepang, sebenarnya ada beberapa beasiswa yang bisa kamu pilih. Hanya saja, proses seleksinya sangat ketat karena banyaknya peminat.
Alternatifnya, kamu bisa menggunakan jalur mandiri atau tidak perlu menunggu beasiswa.
Nah, di artikel ini kamu akan mendapatkan informasi tentang estimasi biaya kuliah di Jepang untuk mahasiswa/i S-1 tanpa harus menggunakan beasiswa.
Untuk lebih lengkapnya, silakan baca artikel berikut ini sampai tuntas!
Inilah Estimasi Biaya Kuliah di Jepang untuk S-1 Tanpa Beasiswa
Biaya kuliah S-1 di Jepang cukup bervariasi, tergantung program studi dan universitas (negeri atau swasta) yang kamu pilih.
Sama seperti di Indonesia, biaya kuliah di universitas negeri di Jepang juga lebih murah ketimbang universitas swasta. Sebagai pembanding, berikut ini informasinya.
Estimasi Biaya Kuliah di Jepang untuk Universitas Negeri
- Biaya Masuk: ¥200,000 – ¥300,000 atau sekitar 21 – 31 juta rupiah.
- Biaya Ujian Masuk: ¥10.000 – ¥30.000 atau sekitar 1 – 3 juta rupiah.
- Biaya Kuliah: ¥500.000 – ¥800.000/tahun atau sekitar 52 – 84 juta rupiah/tahun.
- Biaya Visa: ¥30.000 atau sekitar 3 juta rupiah.
- Biaya Asuransi Kesehatan: : ¥2.000/bulan atau sekitar 200 ribu rupiah/bulan.
- Biaya Hidup: ¥80,000 – ¥150,000/bulan atau sekitar 8 – 15 juta rupiah/bulan.
Estimasi Biaya Kuliah di Jepang untuk Universitas Swasta
- Biaya Masuk: ¥250,000 – ¥400,000 atau sekitar 26 – 42 juta rupiah.
- Biaya Ujian Masuk: ¥10.000 – ¥30.000 atau sekitar 1 – 3 juta rupiah.
- Biaya Kuliah: ¥800,000 – ¥1,500,000/tahun atau sekitar 84 – 158 juta rupiah/tahun.
- Biaya Visa: ¥30.000 atau sekitar 3 juta rupiah.
- Biaya Asuransi Kesehatan: ¥2.000/bulan atau sekitar 200 ribu rupiah/bulan.
- Biaya Hidup: ¥80,000 – ¥150,000/bulan atau sekitar 8 – 15 juta rupiah/bulan.
Kuliah di Jepang Pakai Bahasa Apa?
Meskipun ada beberapa universitas di Jepang yang menggunakan bahasa Inggris, tapi mayoritasnya menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa pengantar utama.
Maka dari itu, untuk memperlancar aktivitas kuliah, kamu sangat disarankan untuk segera menguasai bahasa Jepang.
Selain berguna untuk pembelajaran di perkuliahan, kemampuan bahasa Jepang yang baik juga berguna untuk kehidupan sehari – hari.
Karena sebagian besar masyarakat lokal di Jepang hanya menggunakan bahasa Jepang saja.
Kuliah di Jepang Minimal N berapa?
Bahasa Jepang terdiri dari 5 level, yakni mulai dari Level N5 (dasar) hingga N1 (mahir).
Kalau kamu ingin kuliah di Jepang, minimal kamu harus menguasai bahasa Jepang level N3 atau level menengah.
Untuk mencapai level N3 ini, kamu harus belajar ekstra keras!
Supaya waktumu tidak terbuang sia – sia ketika belajar bahasa Jepang level N3, kamu bisa ikut kursus bahasa Jepang di OTCA.
OTCA atau One Third Consulting and Abroad merupakan lembaga bimbingan studi & karier dengan 21.000+ alumni.
OTCA menyediakan program kursus bahasa Jepang dimana kamu akan mendapatkan materi pembelajaran yang lebih terstruktur dan sistematis.
Jadi tunggu apa lagi? Yuk bergabunglah dengan ribuan murid OTCA lainnya!
Butuh Konsultasi Program Kursus Bahasa Asing untuk Jalur Studi/Karier Internasional?
Silakan isi form di bawah ini. Kami akan segera menginformasikan lebih detail tentang program yang tepat untukmu dan cara mendaftarnya.

