Adat pernikahan Prancis

5 Adat Pernikahan Prancis, Tanpa Bridesmaid!

Menikah merupakan suatu tradisi sakral yang membahagiakan bagi setiap pasangan. Adat dan kebiasaan dalam pernikahan dapat berbeda antara negara satu dengan lainnya, seperti di Prancis.

Prancis dikenal sebagai negara romantis yang menarik perhatian orang dari seluruh dunia. Negara ini juga memiliki berbagai tradisi pernikahan yang unik dan menarik.

Karena memang hakikatnya, adat alias tradisi masing-masing suatu negara tentu pasti ada. Lantas, apa saja tradisi atau adat pernikahan Prancis yang katanya terbilang cukup unik?

1. Tidak Memiliki Kue Pernikahan

Croquembouche

Tradisi atau adat pernikahan Prancis yang pertama ini bisa dikatakan aneh, tapi juga unik. Jika kamu menghadiri pernikahan orang Prancis, wedding cake yang kamu lihat akan berbeda dengan bayanganmu.

Hal ini karena kue pernikahan memang tidak umum dijumpai dalam pernikahan di Prancis, setidaknya tidak seperti yang biasanya kita lihat dalam pernikahan yang sering kita hadiri.

Sebagai gantinya, mereka memiliki Croquembouche yang pada dasarnya merupakan piramid berisi krim vanila. Mungkin di Indonesia lebih seperti kue sus ya.

Baca juga: Belajar Bahasa Prancis Pemula

2. Adanya Kewajiban “La Mairie”

La Mairie

Sebenarnya, upacara pernikahan di Prancis lebih dianggap sebagai kewajiban hukum daripada tradisi. Upacara ini dimaksudkan untuk menjadi acara publik di mana diselenggarakan di balai kota oleh walikota.

Hal ini secara tradisional dilakukan untuk memungkinkan seseorang yang ingin menentang pernikahan untuk melakukannya.

Setelahnya, pasangan Prancis biasanya akan memilih untuk mengadakan upacara keagamaan juga meskipun upacara “La Mairie” tersebut murni bersifat spiritual.

3. No Bridesmaid or Best Man

Pernikahan di Prancis

Tidak seperti kebanyakan pernikahan, adat pernikahan Prancis yang selanjutnya ini tidak ada Bridesmaid atau Best Man.

Orang Prancis bahkan tidak memiliki istilah untuk menyebut pengiring pengantin. Namun, sahabat yang diundang dalam pernikahanlah yang lebih disebut saksi. Kedua mempelai dapat memiliki satu atau dua orang saksi untuk upacara.

Untuk pengantin wanita biasanya diiringi oleh anak-anak yang berperan sebagai pembawa bunga dan cincin.

Baca juga: Dialek Bahasa Prancis

4. Hidangan Wajib “La Soupe à l’Oignon”

La Soupe à l'Oignon

La Soupe à l’Oignon adalah hidangan sup bawang khas Prancis yang sering ditemukan dalam acara pernikahan di negara ini.

Sup yang satu ini terbuat dari irisan bawang yang ditumis dengan mentega dan minyak zaitun, lalu diberi kaldu sapi dan dihidangkan dengan potongan roti yang diolesi dengan keju Gruyere atau Emmental di atasnya.

Dalam tradisi Prancis, sup bawang dihidangkan pada pukul dua atau tiga pagi setelah acara pernikahan berlangsung sebagai tanda berakhirnya pesta.

5. Atraksi Sabrage sebagai Simbol Keberuntungan

Atraksi Sabrage

Yang terakhir dalam adat pernikahan Prancis adalah salah satu tradisi yang berasal dari era Napoleon yang dikenal dengan nama Sabrage.

Tradisi membuka botol champagne menggunakan pedang ini cukup populer di kalangan masyarakat Prancis.

Dalam acara pernikahan, seorang ahli Sabrage atau “Sabreur” biasanya akan memamerkan keahliannya dalam membuka botol champagne menggunakan pedang di depan para tamu undangan.

Tradisi ini dianggap sebagai simbol keberuntungan dan keberhasilan.

Baca juga: Sakral dan Bersejarah! Ini Makna Warna Bendera Prancis

Terlihat Tidak Bisa, Tetapi Tetap Menarik Bukan?

Nah, itulah beberapa tradisi pernikahan yang unik dan menarik di Prancis. Mulai dari kue pernikahan yang tidak biasa, hingga atraksi Sabrage yang mengagumkan, dan masih banyak lagi tradisi yang pastinya membuat pernikahan di Prancis semakin mempersona.

Walaupun memang zaman terus berubah, tradisi pernikahan di Prancis tetap kental dijaga dan dilestarikan.

Bagi pasangan yang ingin merayakan pernikahan mereka dengan sentuhan klasik dan romantis, Prancis bisa menjadi pilihan yang tepat. Jadi, bagaimana dengan kamu? Apa tradisi pernikahan di Prancis yang paling menarik menurutmu?

Scroll to Top
Kupas Tuntas

Persiapan Menjadi Pekerja Profesional di Jerman

Melalui PREMIUM Bootcamp Ausbildung (Jakarta, 20 & 21 Juli 2024).

DISKON 10% untuk Kamu yang JOIN Waiting List!