Sekilas Mirip Tapi tak Sama, Berikut Perbedaan Bahasa Mandarin dan Bahasa Hokkien!

Mungkin banyak orang awam yang kini masih beranggapan bahwa bahasa Mandarin dan bahasa Hokkien merupakan bahasa yang sama. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, tetapi hal ini juga tidak bisa dibenarkan. Sekilas mirip tapi tak sama, ternyata bahasa Mandarin dan bahasa Hokkien adalah kedua bahasa yang berbeda loh!

Hal yang umum apabila orang awam tidak dapat membedakan kedua bahasa ini, lantaran kedua bahasa ini sama-sama berasal dari China dan sekilas nadanya juga terdengar sama-sama saja. Kekeliruan ini pun bisa terjadi pada banyak orang. Apakah kamu salah satunya?

Bahasa Mandarin dan Bahasa Hokkien
Pertama-tama, kamu harus mengerti dulu asal muasal dari kedua bahasa ini untuk memahami perbedaan diantara keduanya. Bahasa Mandarin merupakan bahasa yang banyak digunakan di China bagian utara, sehingga membuat bahasanya juga menggunakan dialek bagian utara. Sejauh ini, bahasa Mandarin telah menjadi bahasa negara resmi negara China dengan sebutan Putonghua, negara Taiwan dengan sebutan Guoyu, dan menjadi salah satu bahasa resmi di negara Singapura dengan sebutan Huayu. Saat ini, bahasa Mandarin menempati posisi kedua penutur paling banyak di seluruh dunia tepat di bawah bahasa Inggris, yakni sebanyak 1,12 miliar orang.

Sedangkan, bahasa Hokkien merupakan bahasa yang berasal dari kawasan Minan, Provinsi Fujian bagian tenggara. Teruntuk penutur bahasanya, banyak dari mereka yang menggunakan bahasa di kawasan Fujian, Guangdong, dan juga di Taiwan. Banyak juga peranakan Tionghoa di negara-negara asia tenggara yang menggunakan bahasa Hokkien. Lantaran, pendahulu mereka yang merantau kebanyakan berasal dari kawasan negara China yang menuturkan bahasa Hokkien.

Lantas, Apa Perbedaannya?
Perbedaannya terletak pada jumlah nada yang digunakan pada penggunaan bahasanya. Teruntuk bahasa Mandarin, terdapat empat nada yang digunakan di dalamnya. Sedangkan untuk bahasa Hokkien, terdapat delapan nada yang digunakan. Selain itu, bahasa Hokkien tidak memiliki aksara secara khusus dan kosakata yang digunakannya pun cukup berbeda dengan bahasa Mandarin.

Jadi, letak perbedaannya pun cukup jelas apabila dilihat dari cara penggunaan kedua bahasa itu sendiri. Meskipun sama-sama berasal dari negara China, kedua bahasa tersebut memiliki perbedaan dan tidaklah sama. Teruntuk di Indonesia, bahasa Hokkien cenderung digunakan sebagai bahasa ibu bagi komunitas Tionghoa-Indonesia di Medan, Pekanbaru, Palembang, Kepulauan Riau, dan beberapa daerah lainnya. Oleh karena itu, wajar saja apabila kamu keliru membedakan kedua bahasa ini, karena pengguna bahasa Hokkien di Indonesia juga tidak bisa dibilang sedikit.

Pentingnya Mempelajari Bahasa Mandarin
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahasa Mandarin menjadi bahasa kedua dengan penutur terbanyak di dunia. Hal tersebut membuat banyak lapangan pekerjaan ataupun bidang-bidang yang memiliki pengaruh di dunia membutuhkan skill berbahasa Mandarin yang cukup kompeten. Selain itu, dengan mempelajari bahasa Mandarin, kamu juga dapat merantau ke negeri tirai bambu satu ini. Lantaran, penguasaan bahasa Mandarin menjadi syarat penting jika kamu ingin melanjutkan studi atau karirmu di negara China.

Kamu bisa mulai mempelajari bahasa Mandarin dengan cara mengikuti kursus-kursus yang menyediakan pembelajaran bahasa Mandarin. Telah banyak kursus bahasa yang bermunculan di Indonesia, dan OTCA adalah salah satunya. Di OTCA, kami menyediakan berbagai layanan kursus yang terjamin dengan didampingi oleh tutor-tutor yang berkualitas. Selain itu, dengan adanya konsep belajar daring yang kami susun, kamu juga dapat mengikuti kursusnya secara fleksibel. Segera daftar kelas bahasa Mandarin di OTCA sekarang juga!

Scroll to Top
Kupas Tuntas

Persiapan Menjadi Pekerja Profesional di Jerman

Melalui PREMIUM Bootcamp Ausbildung (Jakarta, 20 & 21 Juli 2024).

DISKON 10% untuk Kamu yang JOIN Waiting List!