Kebiasaan belajar orang Cina

Intip 7 Kebiasaan Belajar Orang Cina yang Bisa Ditiru oleh Pemerintah Indonesia

Apakah kamu termasuk orang suka dalam belajar? Tentunya, belajar bukan hanya sekedar proses untuk mendapatkan ilmu di bangku sekolah.

Pernahkah kamu mendengar pepatah yang mengatakan “Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Cina“?

Cina memang sebuah negara maju yang perkembangan dari aspek pembangunan, teknologi, militer, seni, dan pendidikan sudah tidak diragukan lagi.

Bahkan untuk bangku perkuliahan, pemerintah Cina menyediakan banyak beasiswa untuk mahasiswa internasional. Menarik bukan?

Sebab itu, mari kita intip hubungan sejarah dan gaya belajar orang Cina yang kebanyakan terkenal sukses dalam karir dan pendidikannya!

1. Periodisasi Filsafat Cina

Filsafat Cina

Filsafat Cina merupakan salah satu filsafat tertua yang ada di dunia selain filsafat India dan filsadat barat. Umumnya periodisasi filsafat Cina terbagi menjadi 4 bagian yaitu:

  • Zaman Klasik (600-200 SM). Pada zaman klasik ini tercatat terdapat 100 sekolah filsafat yang mempunyai ajaran berbeda seperti “Tao” artinya jalan, “Te” artinya keutamaan atau seni hidup”, dan sebagainya. Sekolah-sekolah terpenting pada zaman ini yakni konfusianisme (bentuk latin dari nama “Kong-Fu-Tse” artinya guru dari suku kung), Taoisme (Lao Tse artinya guru tua), Yin-Yang (dua prinsip induk dari seluruh kenyataan yang ada seperti surga, bulan , matahari, dan simbol untuk hidup dan panas), Moisme (didirikan oleh Mo Tse artinya cinta universal), Ming Chia (sekolah nama-nama), dan Fa Chia (sekolah hukum).
  • Zaman Neo-Taosime dan Buddhisme (200 SM-1000 M). Pada zaman ini berkaitan dengan peran agama Budha di Cina dengan “Tao” artinya baru atau Nirwana.
  • Zaman Neo-Konfusianisme (1000-1900). Sudah berkecimpung dalam pembahasan kepentingan dunia seperti kepentingan hidup berkeluarga, kemakmuran material, dna nilai-nilai tradisonal di Cina.
  • Zaman Modern (Setelah 1900). Permulaan abad ke-20 yang sudah dipengaruhi oleh filsafat Barat.

Filsuf Cina menganggap bahwa pengalaman akan perubahan dalam dunia justru membuat mereka masuk dalam alam dunia yang sejati, diri manusia itu sendiri, dan kemungkinan terjadinya perkembangan, transformasi, interaksi, dan integrasi. Karena itu, Cina menganggap pendidikan bukan hal yang bisa dianggap sepele.

2. Peran Orang Tua

Peran orang tua

Negara Cina sudah terkenal akan kemajuan dalam segala bidangnya khususnya pendidikan.

Dalam ajaran “Li” menyebutkan bahwa pendidikan diawali oleh keluarga melalui pembentukan kebiasan sejak dini dan dilanjutkan dengan formal di sekolah oleh negara. Orang tua memiliki peran penting dalam perkembangan kognitif maupun sosial anak.

3. Reformasi Pendidikan di Cina

Pendidikan di Cina

Reformasi pendidikan di Cina terdiri dari 8 tahapan yang tahap pertama dimulai pada tahun 1949 yang merupakan awal kebangkitan Cina baru dibawah pimpinan Mao Tse Tung.

Adapun reformasi pendidikan di Cina yaitu reformasi tahap 1 (1949-1952), reformasi tahap II (1953-1957), reformasi tahap III (1957-1963), reformasi tahap IV (1964-1976), reformasi tahap V (1977-1980), tahap reformasi VI (1981-1984), reformasi tahap VII (1985-1998), dan reformasi tahap VIII (1998-saat ini).

Sama halnya dengan di Indonesia yang terdapat perubahan kurikulum berkali-kali begitu juga dengan pendidikan di Cina yang bereformasi untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik sesuai dengan perkembangan zaman dan globalisasi yang ada.

4. Kurikulum Pendidikan Dasar

Kurikulum pendidikan di Cina

Cina sendiri memberikan sekolah gratis untuk pendidikan dasar yakni SD dan SMP dengan tidak adanya ujian akhir yang menjadi patokan siswa untuk lulus.

Selain itu, untuk biaya pendidikan gratis untuk keluarga yang memiliki satu anak karena berpijak dari kebijakan pemerintah sejak tahun 1979 yakni “One Child Policy”.

Dengan demikian, perkembangan kognitif dan psikologi setiap anak di Cina serupa karena akan kebanyakan sekolah milik pemerintah sehingga kualitas dan fasilitas pendidikannya setara.

5. Diberikan Waktu untuk Tidur Siang

Tidur siang saat sekolah di Cina

Hal yang satu ini sangat unik dan istimewa karena siswa di Cina diberikan kesempatan untuk beristirahat. Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa sekolah swasta yang sudah menerapkan hal ini.

Biasanya istirahat siang akan dimulai dari 11.30 – 13.30 yang digunakan untuk makan dan tidur siang sehingga siswa-siswa di Cina memiliki waktu untuk meregangkan badan dan beristirahat. Menurut kamu, bisakah hal ini dilakukan di Indonesia secara merata?

6. Belajar Bukan Sekedar Teori, Tetapi Praktik

Lebih banyak praktik dibanding teori

Pendidikan di Cina memperhatikan keseimbangan dan keharmoniasan antara aktivitas otak dan fisik sehingga siswa tidak akan terasa jenuh akan pembelajaran.

Sebelum memulai pelajaran, siswa akan diberikan kesempatan untuk berolahraga ataupun peregangan tubuh. Pendidikan karakter sudah ditanamkan siswa sejak siswa duduk dibangku dasar dengan mengaitkan kehidupan siswa, nilai-nilai bangsa Cina, muatan lokal, ideologi negara, dan sosial.

7. Saling Menghargai

Saling menghargai di Cina

Hal ini perlu diperhatikan dikarenakan siswa di Cina sangat menghargai peran guru dalam pendidikan. Bukan hanya siswa tetapi orangtua siswa, sekolah bahkan pemerintah menghargai peran guru sebagai pengajar dan pendidik.

Terjadi lingkaran yang berkesinambungan antara peran-peran yang terlibat dalam pendidikan.

Setelah membaca poin-poin di atas, apakah kamu tertarik untuk melanjutkan pendidikan di Cina? Tidak ada salahnya untuk bermimpi bahkan merealisasikan pepatah “Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Cina”.

Scroll to Top
Kupas Tuntas

Persiapan Menjadi Pekerja Profesional di Jerman

Melalui PREMIUM Bootcamp Ausbildung (Jakarta, 20 & 21 Juli 2024).

DISKON 10% untuk Kamu yang JOIN Waiting List!