Pakaian tradisional Jerman

Melirik 5 Pakaian Tradisional Jerman yang Menarik Perhatian

Pakaian bisa mengandung sebuah cerita dan juga bisa menjadi media untuk mengekspresikan diri dan value seseorang.

Sebelum semua orang di dunia ini memiliki pola pakaian yang sama, rok atau celana, jeans atau kain, kaos atau kemeja, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang memiliki pakaian tradisional dari negara asalnya masing-masing.

Seiring dengan berjalannya waktu, penggunaan pakaian tradisional semakin menurun yang dipengaruhi oleh revolusi “fast fashion” di era modern ini.

Bahkan pada zaman ini, pakaian adat hanya dikenakan pada acara-acara kebudayaan, seperti festival atau hari-hari nasional. Tidak sedikit orang yang tidak tahu pakaian tradisional yang berasal dari negara mereka sendiri.

Bukan hal yang aneh apabila banyak orang yang tidak mengetahui pakaian tradisional di negara-negara asing. Salah satu negara yang tidak banyak orang tahu bahwa mereka memiliki pakaian tradisional adalah negara Jerman. Penasaran nggak si apa saja pakaian tradisional yang Jerman?

Trachten

Trachten

Dalam baju tradisional Jerman kamu akan berjumpa dengan kata Tracht atau Trachten. Kata ini memiliki arti “sesuatu yang dipakai”, dan pada saat ini, kata ini sering dikaitkan dengan pakaian tradisional zaman dulu.

Sebelum itu, trachten dipakai untuk mengidentifikasi kelas sosial, pekerjaan, dan bahkan agama pemakainya. Terkadang, trachten dipakai sebagai gerakan simbolis persatuan bangsa.

Trachten secara umum biasanya terdiri dari pakaian Dirndl untuk perempuan dan Lederhosen untuk laki-laki. Dirndl sendiri merupakan sebuah pakaian yang terdiri dari korset, blus, rok tebal, dan celemek.

Korset Dirndl biasanya berpola atau bermotif bordir dan mempunyai garis leher yang rendah, dipadukan dengan blus putih dengan bagian lengan yang menggembung.

Dirndl dirancang agar pas di sekitar tubuh bagian atas dan menonjolkan figur pemakainya. Rok tebal yang digunakan biasanya satu warna atau satu motif dengan korsetnya.

Sedangkan untuk laki-laki, Lederhosen memiliki arti “celana kulit”, yang biasa dipakai oleh pria kelas pekerja. Panjang celana ini biasanya selutut dan dipadupadankan dengan sepatu pedesaan dan kaos kaki wol.

Celana ini dikenakan dengan kemeja dan sweater yang terbuat dari linen atau wol kasar. Pakaian lain yang dipadukan dengan celana ini adalah stoking wol dan sepatu country.

Seperti halnya di Indonesia yang memiliki beragam pakaian tradisional di setiap daerahnya, Jerman juga memiliki berbagai macam Dirndl dan Lederhosen di setiap daerahnya.

1. Dirndl dari Bavaria

Dirndl dari Bavaria

Dirndl Bavaria adalah pakaian tradisional yang dikenakan oleh wanita di wilayah Bavaria Jerman. Ini terdiri dari blus, korset, dan rok tebal yang biasanya terbuat dari katun atau linen, dan sering disertai dengan celemek yang serasi.

Pakaian ini sering dihiasi dengan sulaman, renda, dan pita yang rumit, dan tersedia dalam berbagai warna dan pola, termasuk desain bunga dan kotak-kotak.

Lederhosen yang dikenakan di wilayah Bavaria memiliki fitur seperti bretel dan penutup depan yang dengan cepat diadopsi oleh negara lain. Dirndl dari Bavaria inilah yang sering sekali orang lihat sebagai pakaian tradisional yang umum di seluruh Jerman.

Baca juga: Terkenal Beda dan Unik, Ini 5 Museum di Jerman

2. Trachten dari Black Forest, Baden-Württemberg

Trachten dari Black Forest

Baju tradisional Jerman selanjutnya Trachten untuk wanita di Black Forest biasanya terdiri dari blus, korset, dan rok tebal yang jatuh pas di lutut atau sedikit lebih panjang.

Blus biasanya berwarna putih dan memiliki lengan kembung, sedangkan korsetnya dipasang dengan ketat dan dapat dibuat dari kulit, suede, atau katun. Roknya sering dibuat dari kain berwarna gelap, seperti hitam atau biru tua, dan dihiasi dengan sulaman atau renda yang rumit.

Pakaian tersebut sering dilengkapi dengan selendang atau selendang dan dapat dikenakan dengan sepatu tradisional, seperti sepatu boot bertali.

3. Trachten dari Thuringia

Trachten dari Thuringia

Berada di tengah-tengah negara Jerman, Thuringia (Thüringen dalam Jerman) merupakan daerah terkecil di Jerman dengan populasi sekitar 2 juta orang saja.

Daerah tersebut terkenal dengan keindahan alamnya, yang termasuk hutan Thuringian yang menutupi sebagian besar daerah tersebut.

Para wanita di daerah ini seringkali memakai rok panjang dengan celemek yang serasi, blus dengan lengan mengembang, dan rompi atau korset.

Pakaian itu sering kali disertai dengan selendang atau selendang yang dikenakan di bahu, dan topi atau topi yang dihiasi pita, bunga, atau bulu.

Baca juga: Rekomendasi Novel Bahasa Jerman untuk Pemula, Kamu Tertarik yang Mana?

4. Tracht Sorbian dari Saxony

Tracht dari Saxony

Sorbs (juga dikenal sebagai Wends) adalah kelompok pribumi Slavia yang sebagian besar tinggal di negara bagian Saxony dan Brandenburg dan diakui sebagai minoritas nasional di Jerman.

Mereka memiliki bahasa dan tradisi yang berbeda, meskipun selama berabad-abad mereka telah mengadopsi bahasa Jerman dan budaya yang lebih luas.

Pakaian tradisional yang dikenakan oleh wanita Sorbia meliputi rok panjang, blus, dan celemek yang seringkali dihiasi dengan sulaman dan renda warna-warni.

5. Fränkische Tracht dari Franconia

Frankische Tracht

Berada di sebelah utara Bavaria, negara bagian Franconia terkenal dengan pedesaan yang sangat indah, kota-kota bersejarah, dan juga bir.

Pada umumnya, pakaian tradisional Jerman tracht yang dipakai oleh para wanita di negara bagian ini terdiri dari korset, blus, rok, dan celemek yang penuh warna dan sering disulam dengan rumit.

Korset mereka biasanya terbuat dari beludru atau wol dan dihiasi dengan jepitan logam, sedangkan blus biasanya berwarna putih dengan lengan kembung. Rok dan celemek seringkali berwarna cerah dan mungkin juga menampilkan sulaman atau dekorasi lainnya.

Baca juga:

Belajar Bahasa Jerman Hanya di OTCA

One Third Consulting and Abroad (OTCA) / PT Sepertiga Bahasa Internasional sebagai perusahaan kelas kursus bahasa asing online bersertifikat terbaik di Indonesia.

Bahasa asing yang diajarkan, mencakup bahasa Jepang, Jerman, Korea, Mandarin, dan Prancis. Kamu bahkan diberi kesempatan untuk konsultasi studi, karier, hingga program ke luar negeri.

Sebagai lembaga bahasa asing terbesar se-Asia Tenggara, per 2023, sudah 18.000+ lulusan bergabung bersama OTCA. OTCA memiliki 200+ tutor berpengalaman, yang pernah studi dan berkarier di luar negeri, seperti salah satunya ke Jerman.

Apa yang kamu butuhkan? OTCA punya semuanya!

Scroll to Top
Kupas Tuntas

Persiapan Menjadi Pekerja Profesional di Jerman

Melalui PREMIUM Bootcamp Ausbildung (Jakarta, 20 & 21 Juli 2024).

DISKON 10% untuk Kamu yang JOIN Waiting List!