Budaya kerja di Jerman

Kamu Harus Tahu 5 Budaya Kerja di Jerman yang “Tidak Main-main”

Melanjutkan karier atau bekerja di luar negeri tentunya sering menjadi impian seseorang. Apalagi negara Jerman, yang memiliki julukan “Negara Industri” dan terbuka lebar untuk pekerja internasional.

Terbukti bahwa saking banyaknya warga asing atau internasional di Jerman, bahkan lebih dari 10% total mahasiswa di Jerman merupakan mahasiswa asing.

Kenapa Jerman bisa menjadi tujuan banyak warga asing untuk melanjutkan karier? Hal ini karena keuntungan yang ditawarkan Jerman, mulai dari pendapatan yang tinggi, biaya hidup yang lumayan terjangkau, dan disediakannya berbagai akomodasi. Tentu ini membuat warga asing tergiur untuk bekerja di Jerman.

Apakah kamu salah satu yang tertarik bekerja di Jerman? Jika iya, kamu wajib tahu budaya kerja di Jerman yang akan dijelaskan MinCA di bawah ini.

1. Selalu Fokus dan Disiplin Waktu saat Bekerja

Disiplin saat bekerja

Orang Jerman jarang bermain atau tidak fokus saat jam kerja. Mereka selalu serius bekerja dan disiplin atau tepat waktu.

Budaya etos kerja Jerman satu ini bahkan banyak ditiru oleh negara lain. Di banyak negara, masih banyak orang yang tidak begitu fokus saat bekerja, seperti bermain sosial media, bermain games, dan lainnya.

Aktivitas seperti memainkan handphone yang dapat mengganggu konsentrasi sangat dilarang di lingkungan kerja Jerman. Meski demikian, ini tentunya juga memberikan keuntungan bagi pekerja, karena biasanya siapa yang telah menyelesaikan tugasnya lebih dulu, dapat pulang lebih awal.

Sama halnya dengan budaya Eropa, kebiasaan disiplin waktu juga harus kamu lakukan apabila bekerja di Jerman.

2. Konsisten Profesionalitas dan Memisahkan Kehidupan Pribadi

Budaya kerja di Jerman selanjutnya sebagaimana bahwa pekerja di Jerman selalu fokus dan disiplin dalam bekerja, pekerja di Jerman juga menjunjung tinggi keprofesionalitasan dalam bekerja, dan tidak pernah mencampur adukan kehidupan pribadi.

Saat jam bekerja, mereka hanya akan bekerja, memenuhi tanggung jawab, dan mengerjakan tugas yang diberikan. Maka dari itu jarang ada sistem kerja lembur di Jerman.

Bahkan hanya sekedar menelepon kolega di hari libur bisa dianggap tidak sopan, saking membatasi sekali antara kehidupan bekerja dan kehidupan mengenai masalah pribadi.

3. Memprioritaskan Bekerja Dibandingkan Bersosialisasi

Fokus bekerja daripada bersosialisasi

Nah budaya kerja di Jerman satu ini memang saling berkaitan dengan budaya kerja sebelumnya, di mana banyak pekerja di Jerman lebih memilih untuk memprioritaskan pekerjaan dibanding pergi untuk bersosialisasi satu sama lain atau ke lingkungan lainnya.

Hal ini karena waktu mereka memang banyak dihabiskan untuk fokus bekerja, sehingga di waktu kosong mereka lebih memilih untuk beristirahat atau menikmati waktu sendiri atau dengan orang terdekat.

Berbeda dengan budaya kerja di Indonesia yang mengedepankan ramah tamah dan bersosialisasi satu sama lain, Jerman mengedepankan bekerja secara individu.

4. Tidak Ada Basa Basi dan Langsung Berkomunikasi dengan Kolega

Fokus berkomunikasi dengan kolega

Budaya kerja di Jerman satu ini mungkin akan sangat dirasakan terutama oleh pekerja asal Indonesia ataupun Asia. Jerman memang telah dikenal dengan berbicara yang langsung pada intinya atau to the point tanpa basa basi.

Maka dari itu apabila ada yang ingin dibicarakan, biasanya pekerja Jerman akan langsung menemui dan berbicara dengan kolega mereka. Hal ini juga berguna untuk mengurangi miskomunikasi terjadi.

Misalnya antara atasan dan bawahan, apabila kinerja kurang, atasan hanya akan langsung membicarakannya kepada bawahannya, hingga bawahan pun tak perlu segan bertanya penyebab performa kinerja mereka turun karena apa.

Meski sering dikritik, kamu harus menerima dan mau memperbaikinya.

5. Mengutamakan Kualitas Dibanding Kuantitas

Mengutamakan kualitas

Ya, budaya kerja di Jerman yang terakhir adalah budaya untuk mengutamakan kualitas bekerja. Dibandingkan banyaknya jumlah yang dihasilkan, pekerja Jerman lebih diapresiasi dengan kualitas pekerjaan yang dipenuhi.

Asal hasil kerja berkualitas, tak masalah jika masing-masing pekerja Jerman memiliki cara kerja yang berbeda.

Saking mengedepankan kualitas, bahkan ada yang membebaskan cara kerja pegawainya, misal apabila pegawai tersebut nyaman bekerja di luar kantor, maka itu tidak apa-apa.

Atau jika ada pegawai yang datang ke kantor lebih awal dan bekerja sebelum jam kerja, itu juga tidak apa-apa, asal kualitas hasil kerjanya terjaga.

Penawaran menarik dari OTCA:

Belajar Bahasa Jerman Hanya di OTCA!

Hingga per tahun 2023, sudah memiliki 18.400+ lulusan, One Third Consulting and Abroad (OTCA) / PT Sepertiga Bahasa Internasional menjadi lembaga bahasa asing online bersertifikat terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Kamu bisa belajar bahasa asing di OTCA, seperti bahasa Jerman, Jepang, Korea, Mandarin, dan Prancis.

benefit istimewa yang kamu raih saat ikut tempat kelas kursus belajar bahasa Jerman online bersertifikat di OTCA:

⭐ #1 Belajar bahasa Jerman dari dasar bisa untuk pemula
⭐ #2 Akses private dan kemudahan konsultasi dengan Frau di luar jam belajar
⭐ #3 Akses FREE rekaman belajar, modul, dan sertifikat
⭐ #4 Tak perlu bingung sedang sekolah / kuliah / bekerja, jam belajar fleksibel
⭐ #5 Bisa untuk persiapan sertifikasi Goethe
⭐ #6 Frau di OTCA berpengalaman studi / berkarier ke Jerman
⭐ #7 Bisa untuk persiapan Ausbildung, Au Pair, BFD, FSJ, maupun program lain ke Jerman

Apa yang kamu butuhkan? OTCA punya semuanya!

Scroll to Top
Kupas Tuntas

Persiapan Menjadi Pekerja Profesional di Jerman

Melalui PREMIUM Bootcamp Ausbildung (Jakarta, 20 & 21 Juli 2024).

DISKON 10% untuk Kamu yang JOIN Waiting List!